BORSAK SIRUMONGGUR SIHOMBING LUMBANTORUAN BORU-BERE SE-TANGERANG

Sekretariat : Perumahan BTN Kehakiman. Jl. Kasasi II  No: 20 Kota Tangerang . Provinsi Banten Telepon: 021-5579 5936, 087 882 101 072, 021- 5575 1951, 0812 1975 1945

email : borsaksirumonggur.se_tangerang@yahoo.com

website :www.borsaksirumonggurborubere.wordpress.com

Rekening Bank(Seksi Sosial) : BCA KCP Modern Land Tangerang No.Rek:6580454699 (a/n : Januar Sehat Lumbantoruan

PROPOSAL SEKSI SOSIAL

I. LATAR BELAKANG PEMIKIRAN

Jika kita kembali menelaah kebelakang pada saat kita atau orang tua kita merantau dari Bonapasogit dan sekitarnya ke tanah perantauan ini “ apakah yang kita bawa ? “. Jawabnya adalah : pakaian, ijazah  dan uang secukupnya, “ apa tujuan kita ? “ Jawabnya adalah : ingin mengubah nasib.

Yang mempunyai dana, bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Bagi yang tidak melanjutkan sekolah tentu mencari pekerjaan atau membuka usaha. Tapi banyak juga yang tidak mendapatkan pekerjaan dan tidak bisa membuka usaha apa lagi melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.

Dari uraian di atas mungkin kita adalah pelaku perantau tersebut atau paling tidak adalah sebagai keturunan dari perantau itu.Di antara kita perantau banyak yang dapat meningkatkan status ekonomi dan sosialnya, tapi tidak sedikit yang tidak berhasil.

Lantas bagi golongan yang status ekonominya lebih berhasil terkadang “menikmati sendiri“ keberhasilannya dengan profesi yang bagus baik disektor pemerintahan atau swasta dan lupa membantu orang lain khususnya dalam satu marga yaitu Sihombing.

Padahal pada dasarnya kehidupan bermasyarakat yang saling membantu dan tolong menolong merupakan keinginan dari setiap manusia dalam fungsinya sebagai makhluk sosial dan hal itu tentu sejalan dengan perintah Tuhan yang tertulis di Amsal 19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu (Napasali Jahowa do manang ise na mardenggan basa tu napogos, jala Ibana mamaloshon denggan basaNa tu ibana.) manang songon hata ni sijolojolo tubu : Sirungrungi na dapot bubu, siharhari na dapot sambil artinya seseorang yang berhasil mengeluarkan atau melepaskan orang lain dari kesusahan dan kemiskinan.

Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah kita perantau yang bermarga Sihombing sudah lupa atau kurang peduli dengan rasa saling tolong menolong ?”

Jawabannya adalah : belum tentu demikian.

Ada berbagai faktor yang menyebabkan mengapa rasa saling tolong menolong tidak terlaksana antara lain :

  • Belum ada organisasi atau lembaga  yang mengurus
  • Ada Pengurusnya, tapi tidak menjalankan fungsinya
  • Ada Organisasinya tapi Pengurus belum ada program
  • Ada program tapi Pengurus tidak sesuai bidangnya
  • Dll

Jadi supaya rasa saling tolong menolong itu terwujud salah satu intinya adalah tergantung “motor penggeraknya”

Sehubungan dengan itu kami dari Badan Pengurus Harian Borsak Sirumonggur Sihombing Lumbantoruan Boru-Bere se Tangerang sudah membentuk satu seksi yaitu Seksi Sosial.

Agar program kerja dapat dijalankan Pengurus dengan rasa tanggung jawab penuh dan seluruh Anggota dapat mendukung program ini maka Punguan Borsak Sirumonggur Sihombing Lumbantoruan Boru-Bere Se Tangerang mendeklarasikan “TAHUN 2010 SEBAGAI TAHUN SOSIAL”

Maka untuk mewujudkan maksud tersebut itu, diadakanlah rapat oleh Badan Pengurus Harian yang juga dihadiri oleh Penasehat dan seluruh Pengurus Sektor Borsak Sirumonggur Sihombing Lumbantoruan Boru-Bere Se-Tangerang pada tgl 22 Nopember 2009 untuk membentuk Seksi Sosial dengan susunan pengurus tahun 2010 sebagai berikut :

PENGURUS SEKSI SOSIAL


Ketua : Mangibul Sihombing T.Kota
Sekretaris : Gibson L.Sihombing S.Kom T.Kota
Bendahara : Januar Lumbantoruan Perumnas
Humas Internal : Tunggul Lumbantoruan Perumnas
Edison Sihombing Perumnas
Humas External : Lintong Sihombing T.Raksa
Rodikson Sihombing Bonang
Drs. Lasman Sihombing Perumnas
Hornop L.Toruan P.Kemis
Dana : Mangibul Sihombing T.Kota
Pungu Sihombing T.Kota
Tumpal Lumbantoruan T.Kota
Pungka Lumbantoruan T.Kota
Johni A.M.Sinaga T.Kota
Januar Lumbantoruan Perumnas
Tunggul Sihombing Perumnas
Panahatan Sihombing Perumnas
Edison Sihombing Perumnas
Drs.Ramli Sihombing Perumnas
Timbang Sihombing Perumnas
Poltak Sihombing Perumnas
Wilter Sihombing Bonang
F.X JR.Sihombing Bonang
Pargaulan Sihombing Bonang
P.Sihombing Bonang
Sagom Siregar Bonang
Populer Sianturi Bonang
Sintong Sihombing K.Bumi
K.Sihombing K.Bumi
L.Sihombing K.Bumi
M.Lumbantoruan K.Bumi
B.Sihombing K.Bumi
R.Tampubolon K.Bumi
Saut H.Sihombing P.Kemis
Robin Sihombing P.Kemis
J.Simanjuntak P.Kemis
Gidson Siahaan P.Kemis
Charles Daniel Sihombing T.Raksa
Hembang Sihombing T.Raksa
Parluhutan Sihombing T.Raksa
Halasan Sinaga T.Raksa
Benget Marbun T.Raksa
Tomser Lumbantoruan Bitung
Hengki Lumbantoruan Bitung
Marada Lumbantoruan Bitung
Roy Chandra Lumbantoruan Bitung
Sumurung Siregar Bitung
Benhard Sihombing Sangiang
Gading Simanjuntak Sangiang
Maju Napitupulu Sangiang
Bidang Kemalangan : Wilter Sihombing Bonang
Halasan Sinaga T.Raksa
Bidang Pendidikan : Rosmerice Lumbantobing Sangiang
M.L br. Simatupang T.Kota
Drs. Yan Panggabean Bonang
Bidang Usaha/Pekerjaan : Gibson L.Sihombing S.Kom T.Kota
Lintong Sihombing T.Raksa
Nimrod G.Sihombing K.Bumi
Bidang Hukum : Benar Sihombing SH, MH T.Kota
Benhard Sihombing Sangiang
Halasan Sihombing Perumnas
Bidang   Kesehatan : dr. Regent Lumbantoruan T.Kota
dr.Mian Hartati br.Purba T.Kota
dr. Mayesti br. Aruan Perumnas
dr. Lusi br.Hombing Bonang

I. MAKSUD

Menggugah kepedulian Pomparan Borsak Sirumonggur Sihombing Lumbantoruan Boru-Bere agar saling tolong menolong sebagaimana pesan(tona) ompunta sijolo-jolo tubu yakni: marsiamin-aminan songon lampak ni gaol, masitungkol-tungkolan songon suhat di robean”.

III. TUJUAN

  1. 1. Mengupayakan meningkatkan taraf pendidikan Anggota
  2. 2. Membantu meringankan beban Anggota yang mengalami dukacita
  3. 3. Membantu Anggota yang yatim piatu
  4. 4. Membantu Anggota yang ekonominya tidak mampu
  5. 5. Membantu Anggota yang  sakit
  6. 6. Membantu Anggota yang mengalami bencana alam
  7. 7. Membantu Anggota untuk memajukan usahanya

IV.  RUANG LINGKUP PELAKSANAAN

  1. 1. Pendidikan
  2. 2. Dukacita
  3. 3. Anak Yatim Piatu
  4. 4. Ekonomi Tidak Mampu
  5. 5. Sakit Lumpuh, Tunanetra dan Operasi  Besar
  6. 6. Gempa, Kebakaran
  7. 7. Banjir
  8. 8. Bantuan Usaha

V . PETUNJUK  PELAKSANAAN

  1. 1. Pendidikan

Bantuan pendidikan diberikan kepada Anggota dengan mekanisme pemberian bantuan dengan urutan sebagai berikut:

1. Anggota yang terdaftar di Sekretariat Pusat

2.Diberikan kepada  Anggota  yang berprestasi tapi tidak mampu dalam        keuangan. Kriteria berprestasi adalah juara kelas 1 s/d 3.

3.Jika kriteria butir 2 tidak ada, maka  bantuan  pendidikan ini dapat dialihkan   kepada Anggota yang kurang atau tidak berprestasi tapi secara ekonomi tidak mampu. Kriteria kurang atau tidak mampu dalam hal penerimaan sumbangan      pendidikan adalah tidak sanggup membayar uang sekolah dibuktikan dengan surat  atau teguran tertulis dari sekolah anak tersebut.

Tekhnis pemberian bantuan :

1. Ketua,Sekretaris,Bendahara dan Penasehat Sektor serta beberapa perwakilan Anggota Sektor yang bersangkutan mengadakan rapat untuk menentukan Anggota Sektornya yang berhak mendapatkan bantuan.

2. Ketua  Sektor  mengajukan   keputusan  rapat  tersebut secara  lengkap sesuai format standard yang sudah disediakan oleh Seksi Sosial.

3. Setelah data lengkap diterima Seksi Sosial dari Sektor,maka Seksi Sosial    mengadakan verifikasi dan dilanjutkan dengan mengadakan rapat  yang dihadiri oleh :

  • Pengurus Seksi Sosial
  • Badan Pengurus Harian (BPH) Borsak seTangerang
  • Pengurus Sektor yang akan menerima bantuan

Jika keputusan rapat setuju,maka bantuan akan dikeluarkanmelalui Bendahara Seksi Sosial untuk diserahkan kepada Pengurus Sektor yang mendapatkan bantuan.

4. Frekwensi bantuan diberikan hanya 1 x 1 tahun

5. Jumlah bantuan sebesar Rp 500.000 per KK dan  bukan per orang.

Artinya jika 1 KK ada beberapa anak Anggota yang membutuhkan bantuan maka yang diberikan hanya untuk 1 orang anak saja.

6. Anggaran yang disediakan adalah untuk 8 Sektor yang meliputi SektorTangerang  Kota,  Perumnas,  Kutabumi,  Pasar Kemis,  Bonang, Bitung, Tigaraksa, Sangiang.

7. Maksimal bantuan per tahun dibatasi hanya 2 KK setiap Sektor

2. Dukacita

Dana bantuan dukacita ini diperoleh dari Anggota dengan mekanisme dan

penjelasan sebagai berikut:

1.Penerima bantuan harus Anggota yang terdaftar di Sekretariat Pusat.

2.Dana ini wajib dikumpulkan oleh Pengurus Sektor sebesar Rp 10.000/KK

3.Bantuan diberikan pada setiap kali ada kejadian

4.Pemberian sumbangan dari Seksi Sosial diusahakan pada saat acara  martonggo raja (Marrapot) dengan harapan  dapat  segera  dipergunakan keluarga yang berduka.

Menurut survei BPH ke sektor-sektor bahwa pengumpulan dana dukacitaseperti ini sudah dilakukan di sektor masing-masing. Namun terbatas hanya pada sektor yang bersangkutan saja , sementara sektor lainnya tidak ikut serta.

Oleh karena ada usulan bagaimana supaya  sektor B,C,dst.. juga mengumpulkankan bantuan melalui Pengurus Sektor masing-masing, agar jumlah yang diberikan kepada keluarga yang berduka lebih besar.

Asumsi :

Pengumpulan dana Rp 10.000 / KK

Jika Sektor A jumlah Anggotanya 30 KK berarti dana yang terkumpul dan diberikan   Sektor tersebut  kepada Anggota Sektornya yang berduka adalah 30 x Rp 10.000 = Rp  300.000

Namun jika  seluruh Sektor  dapat  dikoordinir untuk berpartisipasi terha terhadap Sektor yang berduka.

Misalnya :jumlah seluruh Anggota seTangerang adalah 200 KK maka yg diberikan kepada keluarga yang berduka 200 x Rp10.000 = Rp 2.000.000

3. Anak Yatim Piatu

Bantuan untuk anak Yatim Piatu diberikan kepada Anggota dengan mekanisme pemberian bantuan sebagai berikut :

1. Penerima bantuan harus Anggota yang terdaftar di Sekretariat Pusat

2. Usia anak Yatim Piatu yang diberikan santunan adalah sampai dengan 18 tahun atau  sampai dengan Jenjang pendidikan SLTA.

3. Bantuan diberikan sebesar Rp 1.000.000 per KK

4. Maksimal bantuan per tahun dibatasi hanya 2 KK setiap Sektor

4. Ekonomi Tidak Mampu

Bantuan untuk Anggota yang Ekonomi Tidak Mampu diberikan kepada Anggota dengan mekanisme pemberian bantuan sebagai berikut:

1. Penerima bantuan harus Anggota yang terdaftar di Sekretariat Pusat

2. Bantuan diberikan sebesar Rp 1.000.000 per KK

3. Maksimal bantuan per tahun dibatasi hanya 2 KK setiap Sektor

5. Sakit Lumpuh, Tunanetra dan Operasi  Besar

Bantuan untuk Anggota yang sakit diberikan kepada Anggota dengan mekanisme pemberian bantuan sebagai berikut:

1. Penerima bantuan harus Anggota yang terdaftar di Sekretariat Pusat

2. Jenis operasi besar : Jantung, Kanker, Tumor Ganas

3. Bantuan diberikan sebesar Rp 1.000.000 per KK

4. Maksimal bantuan per tahun dibatasi hanya 2 KK setiap Sektor

6.  Gempa, Kebakaran

Bantuan untuk Anggota yang mengalami musibah dengan mekanisme pemberian bantuan sebagai berikut:

1. Penerima bantuan harus Anggota yang terdaftar di Sekretariat Pusat

2. Diberikan  khusus untuk  rumah  tinggal dengan tingkat kerusakan fisik bangunan 50 %

3. Bantuan diberikan sebesar Rp 1.000.000 per KK

4. Bantuan diberikan pada setiap kali ada kejadian

7. Banjir

Bantuan untuk Anggota yang mengalami banjir dengan mekanisme pemberian bantuan sebagai berikut:

1. Penerima bantuan harus Anggota yang terdaftar di Sekretariat Pusat

2. Diberikan khusus untuk rumah tinggal dengan tinggi air mencapai 1 M

3. Bantuan diberikan sebesar Rp 300.000 per KK

4. Bantuan diberikan pada setiap kali ada kejadian

8. Bantuan Pinjaman Usaha

Bantuan untuk Anggota yang membutuhkan pinjaman untuk usaha diberikan dengan mekanisme sebagai berikut:

1. Penerima bantuan harus Anggota yang terdaftar di Sekretariat Pusat

2. Diberikan khusus kepada jenis usaha K5,usaha dengan meja lapak

3. Bantuan diberikan sebesar Rp 2.000.000 per KK

4. Dana bantuan wajib dikembalikan dalam jangka waktu 5 bulan tanpa bunga dan  dipertanggungjawabkan oleh Ketua Sektor.

5. Maksimal bantuan per tahun dibatasi hanya 2 KK setiap Sektor

VI.  ANGGARAN

Pengeluaran :

1. Pendidikan Rp. 8.000.000

2. Dukacita (Take&List Anggota)   Rp         0

3. Anak Yatim Piatu Rp. 16.000.000

4. Ekonomi Tidak Mampu  Rp. 16.000.000

5. Sakit Lumpuh, Tunanetra dan Operasi  Besar Rp. 16.000.000

6. Gempa, Kebakaran Rp. 16.000.000

7. Banjir Rp.  8.000.000

8. Bantuan Usaha Rp. 32.000.000

Total Jumlah Pengeluaran Rp  112.000.000


Penerimaan (Pemasukan) :

1. Penjualan Kalender

Kepada Anggota 200xRp. 100.000  = Rp. 20.000.000

Non Anggota      100xRp  50.000 = Rp. 5.000.000

Hasil penjualan kalender Rp. 25.000.000

2. Donatur Intern Rp. 20.000.000

Donatur Extern  Rp. 50.000.000

Hasil dari Donatur Rp    70.000.000

3. Usaha Panitia / Pengurus Rp. 20.000.000

Total Jumlah Penerimaan Rp  115.000.000


VII. PENUTUP

Demikian proposal ini disusun sebagai informasi dan sebagai pedoman dalam hal pelaksanaannya. Kami menyadari, bahwa proposal ini masih belum sempurna baik dari segi sistematika maupun substansinya. Karena itu saran dan pendapat sangat kami harapkan untuk penyempurnaan proposal ini.

Tangerang,  22 November 2009

Mangibul Sihombing Gibson L.Sihombing S.Kom Januar L.Toruan

Ketua Seksi Sosial                Sekretaris Seksi Sosial                    Bendahara S.Sosial

Mengetahui

St. Togar Hasiholan Sihombing

Ketua Umum

Borsak Sihombing Lumbantoruan Boru-Bere se Tangerang